PHILIPP LAHM: PORTUGAL JUARA EURO 2016 KARENA KEBERUNTUNGAN

PHILIPP LAHM: PORTUGAL JUARA EURO 2016 KARENA KEBERUNTUNGAN

Philipp Lahm

philip 

13 KOMENTAR

Getty Images
 
 

NGEBOMBOLA – Eks kapten timnas Jerman itu menilai tim yang menjadi juara di turnamen sepakbola adalah tim yang paling beruntung, bukan yang paling bekerja keras.

 

GOALEKSKLUSIF


Salam penggemar sepakbola,

Sudah tiga hari sejak berakhirnya Euro 2016. Dari sudut pandang pribadi, ini pertama kalinya sejak 2002, saya bisa menyaksikan turnamen besar sebagai fans, berarti saya hanya bersantai dan menikmati mendukung negara saya, Jerman, daripada harus berhadapan dengan tekanan yang datang saat bermain untuk tim nasional.

Perasaan terlepas, perasaan menjadi sosok asing sekali lagi, mengingatkan sayatentang salah satu kebenaran dasar tetapi fundamental: sepakbola adalah permainan. Dan seperti yang pernah dikatkan [mantan pelatih Jerman Barat pemenang Piala Dunia 1954] Sepp Herberger: “Orang-orang menyaksikan sepakbola karena mereka tidak tahu bagaimana akhirnya.”

Hal-hal yang tidak bisa diprediksi adalah hal yang membuat sepakbola tetap menarik dan membuat setiap pertandingan terasa seperti pengalaman baru. Sebagai tambahan, Piala Eropa dan Piala Dunia kini menjadi ajang komunitas yang sangat besar. Anda bertemu dengan teman-teman Anda, baik di rumah, di kafe atau di taman, dan Anda makan, minum dan menyaksikan pertandingan bersama-sama.

Baik dengan mengenakan jersey, mengibarkan bendera, bernyanyi atau bertaruh, semua orang memiliki koneksi dengan tim. Ini semua bentuk investasi kepada skuat Anda. Ini meningkatkan tensi, yang berarti Anda akan mendapatkan kesenangan besar atau kekecewaan pahit. Keduanya bagian krusial dari pengalaman. Anda memiliki pemenang dan pecundang.

Jadi, bisa mengalami hal ini dalam hubungan dengan sebuah tim, setelah bertahun-tahun hidup di tengah-tengahnya, sangat menyenangkan. Bahkan ini membuat saya terkenang dengan masa-masa saat di tim akademi. Anda masih memutar kembali pertandingan terakhir di pikiran Anda ketika Anda pergi ke kafe untuk menyaksikan pertandingan profesional di televisi.

Keindahan pertandingan dan turnamen seperti itu sungguh luar biasa. Hasil akhir dari setiap situasi belum ditentukan. Anda melihat apa yang dilihat pemain. Anda membentuk solusi Anda sendiri di dalam kepala Anda. Kemudian Anda melihat bagaimana mereka melakukan solusi mereka. Dengan ini, Anda terlibat selama 90 menit – dan lebih dari itu; Anda keasyikan dengan apa yang Anda saksikan.

Pada Euro tahun ini, negara seperti Wales, Irlandia Utara dan Islandia membuat saya senang dan antusias – tidak karena mereka memainkan sepakbola hebat tetapi karena mereka bermain dengan keberanian dan persatuan menghadapi tim-tim favorit, mereka bermain impresif dengan filosofi sepakbola mereka sendiri meski dihadapkan dengan musuh yang kuat secara tradisional. Mereka berdiri tegak menghadapi bintang-bintang besar dan negara dengan infastrukstir olahraga yang lebih superior.

Sangat menarik untuk disaksikan. Sepakbola membutuhkan semangat seperti itu. Tipe hati seperti itu membuat tim-tim lebih kecil mampu menjadi lebih hebat dan menjungkalkan skuat yang seharusnya lebih kuat.

Tentu saja, keberuntungan juga bermain. Islandia mendapat beberapa keberuntungan melawan Inggris tetapi mereka tetap layak menang. Cerita yang sama dengan Prancis dan Jerman. Sepakbola tidak bisa diprediksi. Ini permainan. Keberuntungan selalu menjadi faktor. Dan itu hal bagus karena itu berarti siapapun tidak akan bisa memprediksi hasil akhir dari pertandingan manapun atau turnamen manapun dengan kepastian yang besar.

Pemenang beruntung 2016 adalah Portugal, itu berarti trofi Euro kini menjadi milik sebuah negara yang sudah lama menghasilkan pesepakbola fantastis. Talenta-talenta muda ini tidak hanya pergi bersama ke puncak sepakbola internasional secara kebetulan atau hanya mengandalkan keberuntungan. Mereka mewujudkan mimpi mereka melalui talenta, kerja keras dan disiplin, dengan Renato Sanches menjadi contoh sempurna.

Tentu saja, bahkan pemain terbaik kerap tidak berdaya dengan kejamnya takdir. Ini bukan tim paling bekerja keras yang menang tetapi yang paling beruntung. Dan saya suka itu.

Itu membuat kesuksesa terasa lebih berharga dan momen juara tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Percayalah, saya tahu. Saya mengalami itu ketika saya mengangkat trofi Piala Dunia di Brasil pada 2014. Di panggung, ini bukan lagi tentang perjalanan jauh yang harus Anda lalui tetapi menikmati setiap momen dan keberuntungan Anda.

Karena itu, saya ingin memberi selamat secara tulus kepada juara Eropa 2016, Portugal.

Philipp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>